HALTIM,kapita.id– Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPD KNPI Halmahera Timur atas inisiasi kegiatan bertajuk “Manifesto Pemuda Menuju Harmoni Kemandirian Budya”.
Pentas Seni dan Budaya berlangsung sehari di Pendopo Jiko Mobon, Desa Soagimalaha Kecamatan Kota Maba, Sabtu (02/05/2026). Dihadiri Kadis Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfo) Haltim, Abubakar A Rajak serta Pengurus DPD KNPI Malut.
Agenda ini dinilai sebagai wujud nyata kesadaran moral pemuda dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Sekretaris DPD KNPI Maluku Utara, M Jufri Soleman menekankan bahwa di tengah gempuran modernitas dan globalisasi yang masif, kekuatan fisik semata tidak akan cukup untuk bertahan. Satu-satunya perisai yang paling ampuh adalah kembali kepada akar budaya.
“Kita tidak mungkin melawan gempuran globalisasi hanya dengan kekuatan fisik. Kita hanya mampu melawannya dengan kearifan lokal. Di situlah pentingnya nilai-nilai tradisi kita kembangkan kembali,” ujarnya tegas.
Ia juga mengutip sebuah pesan puitis yang membakar semangat para pemuda yang hadir:
“Bangkit melawan atau tunduk tertindas, sebab mundur adalah sebuah pengkhianatan.”
Lebih lanjut, KNPI Maluku Utara menyoroti tantangan karakter generasi muda di masa depan. Ada kekhawatiran mendalam mengenai hilangnya nilai-nilai penghormatan terhadap orang tua (top tempo) dan tata krama jika fondasi budaya mulai ditinggalkan.
“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi tahun 2030 atau 2040 jika anak muda hari ini kehilangan karakternya. Jika nilai menghargai sesama dan orang tua hilang, itulah kecelakaan sejarah terbesar bagi kita,” tambahnya.
Menutup penyampaiannya, yang bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, KNPI Maluku Utara mengajak seluruh elemen pemuda di Halmahera Timur untuk tidak hanya mengejar ilmu pengetahuan secara intelektual, tetapi juga mengasah akal, akhlak, dan budi pekerti.
* Posisi Terdepan: Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga identitas bangsa seperti semangat tahun 1928.
* Seni dan Budaya: Menjadikan seni budaya sebagai instrumen dalam membendung dampak negatif modernitas.
* Kekuatan Moral: Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mendasarkan kembali nilai-nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara yang berlangsung meriah ini menampilkan berbagai kreativitas pemuda Halmahera Timur, yang diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan kemandirian pemuda di wilayah Maluku Utara secara lebih luas. (Red)













