HALTIM,kapita.id – PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara, mencatatkan keberhasilan signifikan dalam upaya pelestarian ekosistem laut melalui program transplantasi terumbu karang.
Berdasarkan hasil pemantauan di kawasan pesisir wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) karang yang ditanam menunjukkan angka yang memuaskan.
Kegiatan pemantauan yang dilaksanakan pada tanggal 09 Desember 2025 ini melibatkan akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Universitas Khairun, Ternate.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan validitas data pertumbuhan dan kesehatan karang di habitat barunya. mayoritas spesies menunjukkan adaptasi yang baik. Berikut hasil pertumbuhan masing-masing jenis karang:
Acropora vaughani: 59 dari 80 bibit berhasil tumbuh, Pocillopora verrucosa: 25 dari 30 bibit berhasil tumbuh, Porites cylindrica: 44 dari 55 bibit berhasil tumbuh, Acropora cerealis: 47 dari 60 bibit berhasil tumbuh, Acropora hyacinthus: 35 dari 75 bibit berhasil tumbuh
Environment Bureau Head PT ANTAM Tbk UBPN Maluku Utara, Kristian Adrianto Budi, menegaskan bahwa capaian ini menjadi dorongan kuat untuk melanjutkan program konservasi tersebut secara berkelanjutan.
“Memang jumlah terumbu karang yang hidup tidak sama persis dengan jumlah awal, namun tingkat keberhasilan ini sudah sangat baik. Hasil nyata ini memastikan program akan terus berlanjut di tahun 2026, bahkan selama ANTAM beroperasi di Halmahera Timur,” ujarnya.
Keberhasilan transplantasi karang ini juga tidak lepas dari metode “spider web”, yakni media berbentuk jaring laba-laba yang efektif sebagai penguat bibit karang.
Prof. Dr. Ir. Chair Rani M.Si, Kepala Laboratorium Ekologi Laut Departemen Ilmu Kelautan Unhas, menjelaskan bahwa metode ini berperan besar dalam percepatan adaptasi dan pertumbuhan karang.
“Media spider web sangat efektif untuk menanam karang hidup. Saat ini, karang yang tumbuh sudah survive dan mampu bertahan meski kondisi laut berubah. Bahkan sudah dapat berfungsi sebagai bibit indukan untuk penambahan transplantasi ke depan,” jelasnya.
Program ini menegaskan komitmen ANTAM dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus menjadi kontribusi nyata perusahaan terhadap lingkungan di Maluku Utara. (Red)













