HALTIM  

Wujudkan Pemberdayaan Masyarakat, PT ANTAM Malut dan TNAL Berkolaborasi

avatar Tidak diketahui
Suasana Pelatihan Coconet Oleh Kelompok Gau dan Baburino

HALTIM,kapita.id – Untuk Mewujudkan Pemberdayaan Masyarakat berbasis lokal, PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk UBPN Malut berkolaborasi dengan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), yakni Kelompok Gau dan Kelompok Baburino.

Sebagaimana yang dilakukan kelompok binaan TNAL diantaranya kelompok Gau dan kelompok Baburino mengikuti pelatihan Coconet dan Cocopot yang di gelar oleh Lembaga Falgali Jaya, Sabtu (15/11/2025) lalu. Yang dipusatkan di Sentra Produksi Coconet Lembaga Fagalgali Jaya di Dusun Gau, Desa Geltoli Kecamatan Maba.

Pelatihan difasilitasi oleh CSR ANTAM melibatkan 50 partisipan, terdiri dari anggota Kelompok Gau dan Kelompok Baburino sebagai peserta pelatihan, serta Kelompok Fagalgali Jaya sebagai fasilitator dan narasumber.

Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Seksi SPTN Wilayah II Maba TNAL, Irfandy Aznur, serta perwakilan dari tim Environment ANTAM, PT SDA, dan PT NKA. Ketua Falgali Jaya, Kumala Sari memgatakan, giat pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan secara kolaboratif dan Fagalgali siap menjadi pusat pembelajaran untuk pengolahan sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi.

“kami sangat terbuka untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan pengembangan usaha kelompok dengan memanfaatkan potensi lokal di wilayah kita. kami berharap kegiatan pelatihan ini tidak berhenti sampai disini, kami siap turun langsung ke lokasi, membersamai kelompok-kelompok di desa lain,” katanya.

Pelaksanaan pelatihan ini merupakan bagian dari realisasi Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2025 ANTAM–TNAL, yang menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk memperkuat kapasitas masyarakat.

Metode pelatihan meliputi sesi berbagi pengetahuan, demonstrasi langsung, serta diskusi teknis antarkelompok binaan. Fagalgali Jaya memimpin rangkaian proses mulai dari pembuatan coconet hingga cocopot.

Produksi coconet sendiri terbagi ke dalam beberapa tahap, yaitu pencacahan, pemilahan sabut, pemintalan, dan penganyaman.

Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan antusias, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan kolaboratif.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu komunitas lokal mengembangkan usaha berbasis sumber daya dan potensi setempat.

Lembaga Fagalgali Jaya sebagai salah satu motor penggerak pemberdayaan juga memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan kapasitas produksinya seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap coconet untuk kebutuhan reklamasi.

Terpisah, Kepala Seksi SPTN Wilayah II Maba TNAL, Irfandy Aznur menambahkan, masyarakat yang berdaya dan mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam secara bijak dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah perambahan hutan yang masif dan tidak teratur.

Sesungguhnya, masyarakat adalah penjaga hutan yang terbaik, karena sumber daya alam yang mereka lindungi adalah sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi generasi kini dan mendatang.

“Kami menyambut baik kerja sama yang luar biasa ini. Pelibatan masyarakat sebagai aktor utama dalam agenda pemberdayaan merupakan langkah strategis dalam upaya konservasi lingkungan,” tandasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *