HALTIM,kapita.id– Sebanyak 40 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Halmahera Timur mulai menjalani masa karantina dan pendidikan latihan (diklat) sebagai persiapan pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Halmahera Timur, Zubaeda Komdan, mengatakan proses karantina telah dimulai sejak 27 Juli 2026. Para peserta terlebih dahulu mengikuti seremoni penerimaan, kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki tahapan pendidikan dan pelatihan.
“Di tanggal 27 itu merupakan seremoni penerimaan mereka. Kami mengambil tema karantina di Desa Bahagia. Setelah peserta datang, kami melakukan penyerahan dari Purna Paskibraka kepada panitia, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan,” ujar Zubaeda.
Ia menjelaskan, seluruh peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan dinyatakan dalam kondisi sehat. Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis yang melibatkan Puskesmas Kota Maba serta tenaga medis dari RSUD Halmahera Timur.
“Alhamdulillah setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, seluruh peserta dalam keadaan sehat. Untuk tim medis kami bekerja sama dengan Puskesmas Kota Maba dan dokter dari RSUD,” jelasnya.
Menurutnya, setelah pembukaan diklat, para peserta mulai menjalani latihan yang melibatkan instruktur dari unsur TNI, Polri, serta Purna Paskibraka. Pelatih dari TNI berasal dari Brigif, sementara dari Polri melibatkan personel Polres Halmahera Timur, ditambah pembina dari Purna Paskibraka.
“Semua pelatih berasal dari TNI, Polri, dan Purna Paskibraka. Ada juga tim pembina yang merupakan Purna Paskibraka tahun sebelumnya,” katanya.
Zubaeda menyampaikan, 40 peserta yang saat ini menjalani karantina merupakan hasil seleksi ketat melalui berbagai tahapan, mulai dari seleksi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), pemeriksaan kesehatan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), samapta, parade, hingga wawancara.
“Seleksi dilakukan melalui aplikasi transparansi sehingga tidak ada intervensi. Mereka yang lolos benar-benar berdasarkan hasil seleksi,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Halmahera Timur juga mengirimkan lima peserta untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi, dan dua di antaranya berhasil lolos mewakili Haltim di tingkat Provinsi Maluku Utara.
Dua peserta yang lolos tersebut berasal dari SMA Negeri 1 Halmahera Timur dan SMA Negeri 4 Halmahera Timur.
Zubaeda berharap, peserta yang mewakili Halmahera Timur di tingkat provinsi mampu mengikuti jejak senior mereka pada tahun sebelumnya yang berhasil membawa nama baik daerah.
“Kami berharap mereka bisa seperti senior mereka tahun 2025 yang berhasil membawa nama harum Halmahera Timur. Tahun lalu pembawa baki berasal dari Haltim, dan tahun ini kami berharap dua peserta yang lolos dapat memberikan prestasi terbaik, khususnya bisa masuk dalam pasukan delapan,” harapnya.
Ia juga berharap seluruh calon Paskibraka Haltim dapat menjalankan proses karantina dengan disiplin, menjaga kesehatan, serta membawa semangat kebanggaan sebagai generasi muda yang mewakili Kabupaten Halmahera Timur. (Red)













