PT ANI Bakal Dipolisikan Karena Diduga Mencuri Ore

avatar Tidak diketahui

JAKARTA, kapita.id – Tim dari PT Supreme Nikel Indonesia (SNI) berhasil menangkap tangan pelaku pencurian ore nikel di Desa Soagimahala, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Kejadian ini diduga melibatkan PT Adhita Nikel Indonesia (ANI) yang dipimpin oleh Burhanudin Leman Djaelani sebagai pemegang saham, Bob Brata Djaya sebagai Direktur, dan Sonia Balqis sebagai Asisten Direktur ANI.

Turut terlibat dalam kasus ini adalah Patah Juliana Rosalina selaku Direktur PT Pesona Indo Makmur (PIM) dan Abdul Karim Jawakonora sebagai Wakil KTT PT ANI.

Kuasa hukum PT SNI, Martin Timotius Lada dari R&T Lawyers, mengatakan tim mereka mengetahui pencurian tersebut saat melakukan kegiatan stok opname jumlah tonase dan pre-shipment inspection (PSI) di dome EFO milik PT ANI. Aktivitas ini merupakan bagian dari joint operation antara SNI dan ANI di lokasi tersebut.

Pencurian tersebut, menurut Martin, bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pencurian serupa terjadi pada 18 September 2024 dan 1 Oktober 2024. Hal ini juga diakui oleh Abdul Karim Jawakonora, yang menandatangani Berita Acara Verifikasi Stok pada 3 Oktober 2024.

Lebih lanjut, Martin mengungkapkan bahwa tindakan tim SNI di Desa Soagimahala dilakukan atas perintah langsung dari Direktur Utama PT ANI, Hutomo Mandala Putra, serta melalui hasil rapat koordinasi pada 3 dan 23 September 2024 di Jakarta.

Martin juga menegaskan bahwa mereka akan melaporkan kejadian ini kepada Menkopolhukam guna meminta perlindungan hukum lebih lanjut.

Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa ore nikel yang dicuri telah dijual dan diangkut dari jetty ANI di Maba ke PT IWIP Weda Bay Port, dengan konsinyasi oleh PT Lin Victor Metal Indonesia, sebuah perusahaan yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Sebagai tindakan lebih lanjut, selain melaporkan kasus ini ke Polsek Maba Selatan, pihak SNI juga akan mengangkat permasalahan ini dalam rapat koordinasi dengan Direktur Utama PT ANI, Hutomo Mandala Putra, pada Senin, 14 Oktober 2024.

Martin mengkritik keras tindakan ANI yang terlibat dalam pencurian ini, terlebih di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dari sektor nikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *