HALTIM,kapita.id – Manajemen PT Sambaki Tambang Sentosa abaikan instruksi bupati Halmahera Timur, baru – baru ini viral aksi demo warga Kecamatan Maba Tengah dan adat qimalaha Wayamli, di wilayah tambang PT. STS tepatnya di site waisumo, aksi demo pun terdengar sampai ke telinga bupati Ubaid Yakub.
Menanggapai hal tersebut, atas nama Pemerintah Daerah, Bupati yang di dampingi oleh wakil Bupati bersama Frokopimda, mendatangi warga untuk mendengar secara langsung aspirasi dari warga dan adat Qimalaha Wayamli.
Mendengar keluhan warga, Bupati Ubaid berikan instruksi agar PT. STS menghentikan operasi aktifitas tambang sementara waktu, sebelum menyelesaikan masalah sengketa lahan adat, dan melaksanakan kewajiban perusahaan terhadap warga di lingkar tambang.
Namun hal tersebut, tidak dihiraukan oleh manajemen PT. STS, Yusuf selaku penanggung jawab manajemen, mengatakan bupati tidak bayar gaji karyawan jadi bupati tidak berhak memberhentikan perusahaan untuk beroperasi, dengan sikap aroganya Yusuf menggunakan bahasa Cina dan diterjemahkan oleh salah satu jubirnya, seperti yang terlihat pada video viral yang tersebar di sosmed berdurasi 04.19.
Dalam video tersebut, Yusuf juga memerintahkan kariyawan untuk tetap beroprasi, walaupun nyawa taruhanya, soal amukan warga dan instruksi bupati dirinya siap didepan bertanggung jawab untuk menghadapi persoalan tersebut, tanpa menghiraukan keselamatan karyawan PT. STS.
Saat dikonfirmasi Rabu, 23/04/2025 kepada wartawan Bupati Drs. Ubaid Yakub, MPA, mengatakan, dirinya enggan memberikan komentar lagi terkait dengan kelakuan manajemen PT. STS.
“Selaku Bupati saya tidak akan banyak komentar lagi, semua kembali kepada mereka tinggal nanti mereka sendiri akan menerjemahkan bahasa itu,” ungkap Ubaid.
Sampai berita ini ditayangkan, tidak ada respon balik dari pihak manajemen PT. STS saat dikonfirmasi melalui via wtahsapp (Red)













