Sambut Kunjungan Kejati Malut, Bupati Haltim Paparkan Tantangan Geografis dan Komitmen Akselerasi Pembangunan

avatar Tidak diketahui
Sambutan Bupati Halmahera Timur, Drs Ubaid Yakub di hadapan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara

HALTIM,kapita.id– Bupati Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut) Ubaid Yakub menerima kunjungan kehormatan dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara Sufari SH., M.Hum beserta rombongan di kediaman resmi Bupati.

Kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Halmahera Timur, Selasa (12/05/2026) di hadiri Sekretaris Daerah Ricky Chairul Richfat, Unsur Forkopimda serta Pimpinan OPD.

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur untuk memperkuat sinergi serta memohon bimbingan dalam mengakselerasi pembangunan di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Ubaid menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan besar yang memberikan energi baru bagi jajaran pemerintah daerah untuk terus berkiprah demi kemaslahatan masyarakat. Ia berharap ini menjadi awal dari komunikasi yang berkelanjutan.

Di hadapan Kajati, Ubaid memaparkan gambaran umum wilayah Halmahera Timur yang merupakan hasil pemekaran dari Halmahera Tengah pada tahun 2003. Menjelang hari jadi yang ke-23 pada 31 Mei mendatang, Halmahera Timur telah berkembang pesat dari 4 kecamatan menjadi 10 kecamatan dengan total 102 desa.

“Luas wilayah daratan kami mencapai 6.489,82 km^2dengan jumlah penduduk sekitar 103.276 jiwa. Artinya, tingkat kepadatan penduduk kami sangat rendah, hanya sekitar 16 jiwa per kilometer persegi,” ungkap Bupati.

Rendahnya kepadatan penduduk ini terlihat dari banyaknya area kosong di sepanjang jalur perbatasan, seperti dari Desa Subaim hingga ke pusat pemerintahan.

Bupati Ubaid juga menjelaskan tantangan infrastruktur jalan sepanjang 509,29 km yang mengelilingi garis pantai. Beruntung, adanya jalur diagonal (jalur potong) Subaim-Buli sepanjang 36,29 km sangat membantu efisiensi waktu tempuh menuju Kota Maba.

Selain memaparkan kondisi geografis, Ubaid juga mengapresiasi kehadiran instansi vertikal di Halmahera Timur, khususnya Kejaksaan Negeri (Kejari). Ia menyebut gedung baru Kejari Halmahera Timur yang sedang dibangun di atas tanah hibah pemerintah daerah seluas 1 hektar sebagai salah satu bangunan instansi vertikal termegah di pusat kota.

“Kami ingin pembangunan di Halmahera Timur terus berjalan selaras dengan kehadiran instansi vertikal seperti Kejaksaan, Polres, Badan Pertanahan, dan Brigif. Kami memohon pandangan dan bimbingan dari Bapak Kajati agar langkah kami dalam membangun daerah ini tetap berada dalam koridor hukum yang tepat,” tambahnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *