HALTIM, kapita.id – Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 81, dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, ANTAM GROUP menghadirkan semangat kemerdekaan melalui Program Anak Bangsa di SD Negeri Titipa, pada Senin 17/08/2026 di Desa Titipa Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur.
Program ini membawa semangat Merah Putih untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berbudaya, bagi ANTAM, keberlanjutan tidak hanya dimaknai sebagai keberlanjutan lingkungan dan operasional perusahaan, tetapi juga sebagai keberlanjutan kehidupan, pengetahuan, budaya, dan masa depan generasi.

Program Anak Bangsa dirancang untuk menyentuh kebutuhan masyarakat secara lebih utuh, terutama anak-anak sebagai generasi penerus, hal ini menjadi semakin penting dalam konteks keberagaman masyarakat Maluku Utara, termasuk suku Togutil atau O Hongana Manyawa yang memiliki kekayaan budaya, pengetahuan lokal, serta hubungan yang kuat dengan alam dan lingkungan.
Menjaga agar generasi muda tetap sehat, mendapatkan kesempatan pendidikan, memiliki rasa percaya diri, serta mampu mempertahankan identitas dan nilai budayanya merupakan bagian penting dari pembangunan yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 81 yang diikuti siswa – siswi, guru, masyarakat, dan perwakilan ANTAM GROUP. Momentum tersebut, dilanjutkan dengan ANTAM Inspires, sesi berbagi motivasi yang mengajak anak-anak membangun kedisiplinan, semangat belajar, keberanian bermimpi, dan keyakinan meraih cita-cita.
Dukungan pendidikan diwujudkan melalui penyerahan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa untuk mendukung kebutuhan belajar sekaligus memberi semangat kepada anak-anak untuk terus menempuh pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
ANTAM memandang pendidikan sebagai fondasi sustainability bukan sekadar akses terhadap pengetahuan, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun kemandirian, kualitas sumber daya manusia, dan keberlanjutan generasi.
Program Anak Bangsa juga menghadirkan Titipa berbudaya, berupa festival budaya dan berbagai perlombaan khas kemerdekaan yang menjadi ruang interaksi, kebersamaan, dan penghargaan terhadap kekayaan budaya lokal.
Bagi masyarakat Maluku Utara, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi identitas yang perlu terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, kepedulian sosial diwujudkan melalui Titipa Berbagi dengan penyaluran paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat.
Aspek kesehatan juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan melalui Titipa Sehat, berupa pemeriksaan kesehatan, konsultasi, edukasi kesehatan, serta pengobatan gratis. Kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan.
Generasi yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi keluarga serta lingkungannya.
Melalui seluruh rangkaian tersebut, Program Anak Bangsa menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berbudaya sekaligus membangun fondasi keberlanjutan masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, budaya, lingkungan, dan kepedulian sosial.
Kepada wartawan, Manager CSR & External Relation ANTAM. Krisno Budhiarto mengatakan “Momentum Hari Kemerdekaan menjadi pengingat bagi kita bahwa semangat membangun Indonesia harus hadir hingga ke pelosok negeri. Melalui Program Anak Bangsa, ANTAM GROUP berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berbudaya”, ungkapnya.
Lanjut Krisno, “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat anak-anak untuk terus belajar, menjaga identitas budayanya, dan berani meraih cita-cita sebagai bagian dari generasi penerus Indonesia,” ujarnya.
Program Anak Bangsa bukan sekadar rangkaian kegiatan memperingati HUT RI, melainkan bagian dari upaya ANTAM membangun keberlanjutan bersama masyarakat.
Pendidikan menumbuhkan harapan dan kemandirian, kesehatan menjadi fondasi kualitas kehidupan, budaya menjaga identitas, lingkungan membangun kepedulian, dan kepedulian sosial menjadi wujud nyata semangat gotong royong.
Dalam konteks Maluku Utara, keberlanjutan juga berarti memastikan bahwa pembangunan tidak meninggalkan nilai-nilai lokal dan tidak memutus hubungan generasi muda dengan identitas serta lingkungan tempat mereka tumbuh.
Karena itu, perhatian terhadap generasi muda masyarakat Togutil/O Hongana Manyawa sebagai bagian dari masyarakat adat serta komunitas masyarakat lokal lainnya menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Maluku Utara yang inklusif dan berkelanjutan.
Semangat ini sejalan dengan filosofi ANTAM untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, memperkuat kapasitas masyarakat, menghargai kearifan lokal, dan memastikan manfaat program dapat dirasakan lintas generasi.
Sebab, kemerdekaan bukan hanya tentang memperingati masa lalu, melainkan memastikan setiap anak memiliki kesempatan menatap masa depan dengan sehat, cerdas, percaya diri, dan tetap bangga terhadap identitas budayanya.
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, Semangat Merah Putih Menjangkau Pelosok Negeri, Ciptakan Generasi Sehat, Cerdas, dan Berbudaya. (Red}













