Protes Keputusan Juri, Ketua Pertina Haltim Kecewa Berat: Harga Diri Atlet dan Daerah Telah Disakiti

avatar Tidak diketahui
Ketua Pertina Haltim, Hi Ali Hamisi

TOBELO,kapita.id- Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Hi Ali Hamisi, meluapkan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan tinju pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara yang dinilainya tidak mencerminkan hasil pertandingan yang sebenarnya.

Hi Ali Hamisi yang juga menjabat sebagai Pelatih Kepala dan Manajer Tim Tinju Haltim mengaku sangat terpukul atas keputusan yang diambil oleh perangkat pertandingan.

Menurutnya, perjuangan atlet dan pelatih selama lebih dari satu bulan seolah tidak dihargai akibat adanya dugaan ketidakadilan dalam penentuan pemenang.

“Saya sangat menyesal. Selama satu bulan empat hari kami melatih anak-anak, mengeluarkan tenaga, pikiran, dan finansial, tetapi hasilnya seperti disia-siakan hanya untuk mensiasati kemenangan,” ujar Ali Hamisi.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan penilaian timnya, atlet Haltim unggul dalam tiga ronde pertandingan. Namun, dirinya mempertanyakan keputusan yang langsung menetapkan petinju sudut biru sebagai pemenang sebelum hasil penilaian direkap secara keseluruhan.

“Pada prinsipnya tiga ronde itu kami menang. Ketika saya meminta keadilan dan menanyakan hasilnya, ternyata rekapitulasi belum selesai. Saya bilang, kenapa belum direkap total tetapi sudah ditentukan bahwa sudut biru menang. Itu yang saya pertanyakan,” katanya.

Menurut Ali Hamisi, setelah dirinya menyampaikan protes, panitia dan perangkat pertandingan baru melakukan rekapitulasi nilai. Kondisi tersebut membuat dirinya merasa keputusan telah diarahkan sebelum seluruh proses penilaian selesai dilakukan.

“Pada saat saya komplain, baru mereka rekap. Di mata saya itu sudah tidak benar. Kenapa sebelum rekap selesai, pemenangnya sudah ditunjukkan. Itu yang membuat kami merasa dirugikan,” tegasnya.

Ia juga mengaku bahwa pihak pelaksana telah mengakui adanya kesalahan dalam proses tersebut. Namun demikian, pengakuan itu tidak mengubah keputusan yang telah ditetapkan sehingga kekecewaan tim tinju Haltim tetap tidak terobati.

“Bagi kami ini bukan sekadar soal medali. Harga diri atlet, pelatih, dan daerah yang kami perjuangkan selama ini juga harus dihargai. Kami sudah bekerja keras membina anak-anak dan mempersiapkan mereka untuk bertanding,” ujarnya.

Ali Hamisi menegaskan bahwa dirinya sangat terpukul dengan kejadian tersebut dan menilai keputusan yang telah disahkan tidak mungkin lagi diubah. Karena itu, ia memilih menyuarakan keberatannya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap atlet yang telah berjuang di atas ring.

“Kami sangat terpukul. Percuma kalau hasil akhirnya tidak berubah. Keputusan itu sudah dinyatakan sah. Tetapi saya harus menyampaikan keberatan ini demi atlet dan perjuangan yang sudah kami lakukan selama ini,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *