HALTIM  

Workshop Citizen Journalism di Haltim, Dorong Komunitas Literasi Berpikir Kritis dan Menulis Etis

avatar Tidak diketahui
Foto Bersama Pemateri dan Peserta Workshop

HALTIM,kapita.id– Pustaka Insani Institute Haltim berkolaborasi dengan Community Development (Comdev) PT Position menggelar Workshop Media dan Jurnalisme bertema “Berpikir Kritis, Menulis Etis, Melangkah Sadar Hukum” di Aula Penginapan Samada, Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kolaborasi Comdev PT Position dengan Pustaka Insani Institute Haltim dalam mendorong penguatan kapasitas masyarakat, khususnya komunitas literasi, dalam memahami, mengelola, dan menyampaikan informasi secara faktual, etis, serta bertanggung jawab.

Salah satu pemateri dari Kejaksaan Negeri Halmahera Timur

Workshop diikuti para penggerak komunitas literasi dari sejumlah wilayah di Halmahera Timur.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola informasi, menulis, serta menyampaikan berbagai dinamika di lingkungan masing-masing secara faktual dan bertanggung jawab.

Ketua Pustaka Insani Institute Haltim, Heriwiyanti, mengatakan workshop menulis tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan literasi yang selama ini dilakukan. Sebelumnya, kegiatan lebih banyak berfokus pada pengadaan buku dan aktivitas membaca di desa.

“Kenapa tidak kita mengumpulkan teman-teman yang bergerak di literasi. Saya sangat mengapresiasi teman-teman yang hadir. Ternyata komunitas literasi ini ada di hampir semua kecamatan di Kabupaten Halmahera Timur,” ujar Heriwiyanti.

Menurutnya, komunitas literasi tidak hanya menjadi ruang untuk membaca, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk merawat gagasan, menyampaikan keresahan, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia berharap komunitas literasi di Halmahera Timur dapat terus berkembang sebagai ruang belajar dan saling mendukung, termasuk dalam meningkatkan kemampuan menulis dan menghasilkan konten positif.

Sementara itu, Comdev PT Position, Zulkarnain Rajak, mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari pilar pendidikan dalam program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan.

Menurut Zulkarnain, kemampuan masyarakat dalam mencari, mengolah, mendokumentasikan, dan menyebarkan informasi secara benar menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital.

“Konsep utama kita pada pagi hari ini, pertama, perusahaan menginginkan ada partisipasi masyarakat terkait dengan apa yang kita usulkan. Yang kedua, ada percepatan informasi,” katanya.

Ia mengatakan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola informasi juga diperlukan untuk mengurangi subjektivitas dalam penyampaian informasi serta mendorong komunikasi publik yang lebih sehat.

“Kami berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini sama-sama dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia, Suswadi Abadan, dalam laporannya menyampaikan workshop tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dinamika sosial serta menyusun dan menyampaikan informasi secara faktual, objektif, dan bertanggung jawab.

Menurut Suswadi, perkembangan teknologi digital memberikan ruang yang semakin luas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, mengangkat potensi desa, maupun memberitakan dinamika pembangunan lokal.

Namun, kata dia, ruang tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap hukum dan etika dalam penulisan.

Karena itu, workshop dirancang dengan menghadirkan materi dari perspektif sosial, hukum, dan jurnalistik praktis.

“Peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya tulis berupa berita atau artikel yang berbasis fakta dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Herman Oesman selaku penulis buku, sosiolog dan akademisi; Kejaksaan Negeri Halmahera Timur yang memberikan pemahaman mengenai aspek hukum media dan ITE; serta PWI Halmahera Timur yang menyampaikan materi teknik jurnalistik praktis.

Suswadi mengatakan kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun jaringan jurnalis warga dan memperkuat komunitas literasi di Halmahera Timur.

Workshop kemudian dibuka secara resmi oleh Zulkanain Rajak. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, workshop ini dibuka secara resmi,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *