HALTIM,kapita.id- PT ANTAM Tbk bersama entitas anak perusahaan yang tergabung dalam ANTAM Group Maluku Utara, yakni PT Nusa Karya Arindo (NKA), PT Sumberdaya Arindo (SDA), dan PT Feni Haltim (FHT), memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi pencegahan karhutla yang melibatkan Koramil 1505-3/Maba dan Polres Halmahera Timur. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai berbagai faktor yang dapat memicu karhutla, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya melakukan penanganan secara cepat apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati dalam menggunakan api, khususnya pada aktivitas di area terbuka maupun di sekitar kawasan hutan dan lahan. Selain itu, warga didorong segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Keterlibatan unsur TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perusahaan, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mencegah karhutla.
Selain sosialisasi, ANTAM juga memasang sejumlah baliho imbauan pencegahan karhutla di titik-titik strategis di wilayah Halmahera Timur. Media tersebut berisi ajakan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta ikut menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran.
Plt Comdev Work Unit Head ANTAM, Herry Purnama, mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah rawan kebakaran.
“Upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh pihak, termasuk masyarakat yang berada dan beraktivitas di sekitar lingkungannya,” ujar Herry.
Menurutnya, edukasi dan peningkatan kewaspadaan diharapkan dapat mendorong masyarakat melakukan pencegahan sejak dini terhadap potensi terjadinya karhutla.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi antara ANTAM Group, aparat kewilayahan, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan di wilayah Halmahera Timur.
ANTAM berharap keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dapat terus diperkuat, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan serta kelestarian lingkungan tetap terjaga. (Red)













