HALTIM,kapita.id– Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut) tengah mematangkan rencana pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak bagi 68 desa di Kabupaten Halmahera Timur.
Tahapan besar ini dijadwalkan mulai bergulir pada akhir Agustus atau September 2026 mendatang.
Kepala DPMD Halmahera Timur, Chalid Abbas, menjelaskan bahwa jadwal tersebut disusun menyesuaikan dengan masa jabatan kepala desa yang ada. Sebagian besar kepala desa dari 68 desa tersebut akan mengakhiri masa jabatannya pada Februari 2027.
Sebelum Pilkades dimulai, Chalid menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) secara serentak di 102 desa. Hal ini dikarenakan masa jabatan BPD di seluruh desa akan berakhir pada Agustus mendatang.
“Estimasi kami, pemilihan BPD akan dilaksanakan pada akhir Juni atau awal Juli. BPD harus terbentuk dan dilantik lebih dulu karena mereka memiliki kewenangan konstitusional untuk membentuk Panitia Pilkades,” ujar Chalid, Rabu (13/05/2026).
Setelah BPD baru terbentuk, barulah tahapan inti Pilkades dijalankan oleh panitia desa. Berikut adalah gambaran estimasi linimasa yang disampaikan:
* Juni – Juli 2026: Pemilihan BPD serentak di 102 desa.
* Agustus 2026: Pelantikan anggota BPD baru.
* September 2026: Pembentukan Panitia Pilkades oleh BPD dan dimulainya tahapan awal.
* Februari atau Maret 2027: Estimasi pelaksanaan pemungutan suara Pilkades (disesuaikan dengan masa jabatan Kades yang berakhir).
Meskipun jadwal kasar sudah dikantongi, Chalid Abbas menyebutkan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan finalisasi terkait regulasi teknis.
“Saat ini kita masih menggodok terkait Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukumnya. Estimasi pelaksanaan di akhir Februari atau awal Maret 2027 itu masih dinamis, melihat perkembangan situasi ke depan,” tambahnya.
Penataan jadwal yang presisi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pemerintahan di tingkat desa, mengingat keberhasilan salah satu desa di Halmahera Timur yang baru-baru ini meraih penghargaan nasional dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya dalam kontestasi politik tingkat desa mendatang. (Red)













