HALTIM,kapita.id- Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Timur Daerah Pemilihan (Dapil) Maba, Moh. Kandung, yang biasa disapa Sinen, melaksanakan reses di sejumlah desa untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Reses tersebut berlangsung di Desa Soagimalaha, Desa Wailukum di Kota Maba, serta Desa Sosolat, Kecamatan Maba Utara.
Dalam kegiatan itu, Sinen berdialog langsung dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga untuk menggali berbagai kebutuhan pembangunan yang menjadi aspirasi masyarakat.
Sinen mengatakan, reses merupakan bagian dari tugas anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat sekaligus membangun komunikasi terkait berbagai persoalan dan kebutuhan di daerah.
“Tujuan daripada reses itu adalah bagaimana seorang anggota DPR itu bisa turun dan bisa berdiskusi. Saya lebih banyak membangun komunikasi dalam bentuk dialog, kira-kira apa pikiran-pikiran yang ada di teman-teman, dan apa yang perlu menjadi prioritas,” ujar Sinen.
Ia menyebut, dalam pelaksanaan reses dirinya berupaya menjangkau wilayah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan, termasuk sejumlah desa di wilayah utara Halmahera Timur.
Di Desa Soagimalaha, sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan infrastruktur, akses jalan, fasilitas olahraga, serta kebutuhan sektor pertanian.
Sinen menyampaikan adanya rencana pembukaan jalan baru yang diusulkan melalui pokok-pokok pikiran DPRD untuk tahun anggaran 2027. Jalan tersebut direncanakan berada di bagian darat desa dengan panjang sekitar 300 meter.
“Di 2027 nanti akan ada pembukaan jalan baru melalui pokok-pokok pikiran. Nanti lokusnya saya koordinasi dengan Pak Dusun atau Pak Sekdes, kurang lebih sekitar 300 meter di arah bagian darat,” katanya.
Menurutnya, rencana tersebut perlu disesuaikan dengan sketsa dan perencanaan pembangunan desa agar tidak bertentangan dengan rencana yang telah disusun pemerintah desa.
Selain infrastruktur, aspirasi masyarakat juga mencakup dukungan sektor pertanian, termasuk usulan bantuan kendaraan roda tiga yang telah dibahas untuk tahun 2027.
Sinen mengatakan aspirasi masyarakat yang belum dapat direalisasikan akan tetap dicatat untuk menjadi bahan pembahasan dan koordinasi sesuai kemampuan anggaran daerah.
Sementara di Desa Wailukum, sejumlah aspirasi masyarakat juga telah dihimpun untuk selanjutnya dikaji berdasarkan urgensi dan skala prioritas.
Sinen mengingatkan bahwa keterbatasan kemampuan anggaran daerah membuat seluruh kebutuhan pembangunan tidak dapat direalisasikan sekaligus dalam satu tahun anggaran.
“Kita pelajari juga di tingkat urgensinya, mana yang perlu didahulukan, yang diprioritaskan. Kalaupun itu belum prioritas, ya sabar dulu. Kita lihat yang lebih prioritas,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah desa dan masyarakat memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan pembangunan yang tersedia, termasuk Dana Desa dan dukungan melalui program CSR.
Menurutnya, kolaborasi diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan yang belum dapat dibiayai melalui sumber anggaran yang tersedia.
Sinen turut menyoroti perkembangan permukiman di Wailukum yang membutuhkan dukungan akses jalan. Menurutnya, pembukaan akses baru dapat menjadi bagian dari upaya mengantisipasi perkembangan kawasan permukiman.
“Harus ada inisiatif untuk membuka jalan baru sehingga proses pembangunan permukiman baru, baik itu orang yang menikah maupun orang yang datang dari luar, mereka bisa membangun,” katanya.
Ia menegaskan seluruh usulan masyarakat yang disampaikan dalam reses akan menjadi catatan untuk dibahas dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.
“Ini menjadi kewajiban kami untuk dicatat,” pungkasnya. (Red)













