HALTIM,kapita.id– Fraksi BINKAY NKRI DPRD Kabupaten Halmahera Timur menyampaikan hasil pelaksanaan reses anggota DPRD Masa Sidang III Tahun Sidang 2026 dalam rapat paripurna DPRD Haltim, Kamis (01/10/2026).
Penyampaian laporan hasil reses tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Fraksi BINKAY NKRI, Kriston Batawi, yang memaparkan berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota DPRD selama turun ke daerah pemilihan.
Dalam penyampaiannya, Kriston mengatakan aspirasi masyarakat masih didominasi kebutuhan dasar, terutama peningkatan infrastruktur jalan, jembatan, konektivitas wilayah, pelayanan pendidikan, kesehatan, pertanian, kelautan dan perikanan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pelaksanaan reses merupakan bentuk pelaksanaan fungsi representasi anggota DPRD untuk menyerap secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihan,” ujar Kriston dalam rapat paripurna.
Ia menjelaskan, pada sektor infrastruktur, masyarakat masih mengharapkan perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan jalan umum, jalan tani, jembatan, tambatan perahu serta akses penghubung antarwilayah.
Sejumlah desa menyampaikan kebutuhan pembangunan dan peningkatan jalan untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta memperlancar aktivitas ekonomi warga.
Selain infrastruktur, Fraksi BINKAY NKRI juga menyoroti sektor pendidikan. Menurut Kriston, banyak sekolah masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, mulai dari pembangunan ruang kelas, ruang guru, rumah guru, pagar sekolah, mobiler hingga fasilitas pendukung pembelajaran.
“Perhatian khusus perlu diberikan terhadap kebutuhan rumah guru, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan akses. Rumah guru merupakan bagian penting dalam mendukung keberlangsungan pelayanan pendidikan,” katanya.
Pada sektor kesehatan, Fraksi BINKAY NKRI menyampaikan perlunya peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pengadaan alat kesehatan, peningkatan fasilitas Puskesmas, dukungan operasional RSU Pratama Wasileo serta pemenuhan sarana pendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Kriston juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan. Masyarakat membutuhkan dukungan berupa pupuk, bibit, alat produksi pertanian, sarana tangkap nelayan, mesin tempel, armada kapal serta kemudahan akses terhadap BBM bersubsidi.
Terkait lingkungan hidup, Fraksi BINKAY NKRI turut menyampaikan adanya aspirasi masyarakat mengenai dugaan dampak aktivitas pertambangan terhadap wilayah pertanian dan pesisir. Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi dan pemeriksaan lapangan secara objektif.
Dalam rekomendasinya, Fraksi BINKAY NKRI meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur melakukan verifikasi seluruh aspirasi hasil reses, memetakan sesuai kewenangan perangkat daerah, serta menetapkan skala prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan manfaat bagi masyarakat.
Fraksi BINKAY NKRI juga mendorong agar aspirasi yang telah memenuhi persyaratan dapat diintegrasikan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.
Kriston menegaskan, hasil reses tidak boleh hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi harus menjadi bahan penting dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
“Reses merupakan jembatan antara suara masyarakat dengan proses pengambilan kebijakan. Karena itu, setiap aspirasi perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut sesuai kemampuan keuangan serta kewenangan pemerintah daerah,” tutupnya. (Red)













