HALTIM,kapita.id– PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara melalui program pemberdayaan masyarakat mengembangkan sektor peternakan unggas di Kabupaten Halmahera Timur.
Program yang menjadi bagian dari pengembangan Integrated Farming tersebut ditandai dengan panen perdana ayam pedaging dan ayam petelur di Desa Geltoli, Kecamatan Maba, Senin (28/9/2026).

Program ini diarahkan untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal, khususnya sektor peternakan yang dinilai memiliki peluang pasar dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Ketua Tim Pendamping Program Peternakan Unggas PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara, Jamaruddin Jamar, mengatakan program tersebut merupakan hasil dari proses pemetaan sosial dan komunikasi dengan masyarakat yang telah dilakukan sejak 2024.
“Program ini tidak muncul secara tiba-tiba. Sejak 2024 kami telah melakukan pemetaan sosial dan meeting untuk melihat berbagai potensi yang ada di wilayah Kecamatan Maba,” kata Jamaruddin di sela kegiatan panen perdana.
Menurutnya, pemetaan dilakukan terhadap sejumlah desa, khususnya desa-desa yang menjadi wilayah binaan ANTAM. Dari proses tersebut, peternakan unggas menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek karena didukung potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, serta peluang pasar.
“Kami memetakan potensi yang ada di 10 desa di Kecamatan Maba, khususnya enam desa binaan. Dari pemetaan tersebut terlihat bahwa potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia cukup mendukung untuk pengembangan peternakan unggas,” jelasnya.
Pengembangan peternakan tersebut tidak hanya diarahkan pada ayam pedaging dan ayam petelur, tetapi juga membuka peluang untuk komoditas unggas lainnya seperti ayam kampung dan bebek, sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Jamaruddin mengatakan program tersebut diharapkan dapat membuka sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sehingga perekonomian desa tidak hanya bergantung pada satu sektor.
“Secara ekonomi, program ini diharapkan memberikan nuansa baru bagi masyarakat. Pemberdayaan ini diharapkan dapat membuka sumber pendapatan alternatif dan memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan kelompok-kelompok masyarakat yang mengembangkan usaha peternakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, panen perdana merupakan tahap awal dari proses pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan keberlanjutan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
“Kami berharap program ini tidak berhenti sampai di sini. Panen perdana ini adalah sebuah pilot project yang harus terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
ANTAM juga berencana mendorong pengembangan program tersebut ke desa-desa binaan lainnya, di antaranya Desa Sailal, Gamesan, Buli, Baburino, dan Pekaulan.
Pengembangan selanjutnya akan disesuaikan dengan kesiapan kelompok masyarakat, potensi lokal, serta peluang pasar di masing-masing desa.
“Harapannya program ini dapat diturunkan dan dikembangkan di desa-desa binaan lainnya. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat bahwa peternakan unggas memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan panen perdana tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur Muhammad Abdullah, Camat Maba, Ketua APDESI, jajaran manajemen PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara, serta manajemen PT Nusa Karya Arindo (NKA), PT Sumberdaya Arindo (SDA), dan PT FHT.
Turut hadir Kapolsek Maba AKP Fegy Hendra Larumunde, Danramil 1505-03/Maba Kapten Inf. Stenly Matheos, para kepala desa, kelompok masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.
Melalui pengembangan Integrated Farming, ANTAM Group mendorong program pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas masyarakat, pengelolaan usaha, hingga akses pasar.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan. (Red)













